Ralph’s 10th Month

Saat ini saya sedang di rumah, nemenin si jagoan nomor dua yang semalam tiba-tiba demam. Belum jelas apa yang menyebabkan suhu badannya naik semalam. Bisa jadi tertular batuk pilek dari abang dan papanya, bisa jadi juga sebagai bagian dari kejadian pasca imunisasi influenza kedua hari Jumat lalu. Puji Tuhan, setelah demam yang baru pertama kali ini dia alami semalam itu, pagi ini kondisinya sudah lebih baik, suhu badannya juga tinggal anget saja. Anaknya pun masih tetap seperti biasa, ceria dan pengen maen terus. Tapi meski dia udah baik-baik aja, tetep aja saya ngerasa lebih tenang kalo seharian ini bisa menjaga dia. Sekarang si jagoan lagi bobo dan saya jadi teringat kalo setelah lewat beberapa hari dari ulang bulannya yang kesepuluh, saya belom sempat juga menulis soal perkembangannya :D

10m-17

Gigi udah nongol

Tiga hari sebelum ulang bulannya ke-10, akhinya gigi Ralph nongol juga. Waktu itu baru satu sih, gigi depan di gusi bawah. Sekarang 1 gigi di samping kiri gigi pertama itu udah mulai nongol lagi. Gigi-giginya masih keciiill banget, kalo dia buka mulut lebar-lebar baru keliatan, itu pun masih terlihat seperti ada nasi yang nempel di gusi :D

Kalo anak udah mulai tumbuh gigi gini, perasaan jadi campur aduk. Di satu sisi seneng dan bersyukur karena tumbuh gigi gini adalah salah satu yang dinanti-nanti juga. Tapi di sisi lain ada rasa yang gimanaaa…gitu…membayangin itu gigi-gigi yang mungil tapi tajam itu ketika dipake buat nyusu..duuuhh…nikmaatt rasanya! Hahahaha….

Continue Reading…

Ralph’s Baptism

Puji Tuhan, hari Minggu tanggal 7 September kemarin, si adek sudah dibaptis dan dengan demikian resmi sudah menerima karunia sebagai pewaris kerajaan sorga. Kiranya Tuhan menyertai Ralph dalam setiap pertumbuhan dan pendewasaan dirinya, agar sampai kapanpun karunia itu senantiasa dia pegang di sepanjang hidupnya.

Acara pembaptisannya sendiri berjalan lancar. Meski dalam kondisi ngantuk berat, tapi saat berada di altar Ralph sama sekali tidak rewel dan patuh aja saat Mushi (Pendeta) membaptisnya dengan air lalu mendoakan sambil menumpangkan tangan di atas kepala Ralph. Ralph diam aja selama proses itu…errr…lebih tepatnya sih bengong…hihihi…mungkin terkesima oleh kejadian yang baru sekali itu dia alami :D.

Selesai ibadah, kami foto-foto sebentar sama Mushi, lalu pulang. Tak ada acara syukuran apa-apa, tapi tidak mengurangi rasa syukur di hati kami untuk hari besar ini.

Buat Ralph, sekali lagi selamat untuk pembaptisan mu ini ya nak. Kiranya imanmu pada Kristus akan semakin bertumbuh seiring perkembangan usiamu. Amin.

Sehabis pakaian, sempat gak mau diajak foto-foto...malah pura-pura malas-malasan di tempat tidur :D

Sehabis pakaian, sempat gak mau diajak foto-foto…malah pura-pura malas-malasan di tempat tidur :D

Eh, giliran dikasih hp, langsung dia ceria lagi dan mau diajak foto sambil berdiri gini...ntah apa menariknya itu hp :D

Eh, giliran dikasih hp, langsung dia ceria lagi dan mau diajak foto sambil berdiri gini…ntah apa menariknya itu hp :D

Kemeja dan vest yang dia pake itu adalah lungsuran dari abangnya...dulu waktu dibaptis abangnya juga pake vest yang sama :D

Kemeja dan vest yang dia pake itu adalah lungsuran dari abangnya…dulu waktu dibaptis abangnya juga pake vest yang sama :D

Selesai kebaktian, foto bareng Mushi :)

Selesai kebaktian, foto bareng Mushi :)

Kampung Kapitan

Kalo datang ke Palembang, apalagi jika baru pertama kali ke bumi Sriwijaya ini, orang biasanya akan diajak untuk melihat Jembatan Ampera yang memang adalah icon di kota ini dan biasanya orang akan diajak untuk menikmati kuliner di restoran-restoran yang dibangun di sekitar jembatan dan berada tepat di pinggir sungai Musi.

Restoran yang paling terkenal hingga saat ini adalah River Side. Terkenalnya bukan karena masakannya, tapi karena view dari resto itu yang memang menghadap langsung ke Jembatan Ampera, jadi kalo mau makan sekalian foto-foto dengan latar Jembatan Ampera memang udah pas banget kalo ke resto ini.

Tapi, belakangan ini muncul restoran lain yang sepertinya mulai menyamai ketenaran River Side, namanya adalah Kampung Kapitan yang mana lokasinya berada di kawasan Pecinan di Pelembang yang namanya tak lain tak bukan adalah Kampung Kapitan juga.

Jadi ceritanya nih, saat jaman penjajahan oleh Belanda dulu, di antara tiap-tiap komunitas saudagar (China, India, Arab), Belanda mengangkat satu orang sebagai Kapitan yang mungkin fungsinya sama kayak ‘ketua adatnya’ kali yah, yang mana penunjukannya itu berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial, alias yang dipilih adalah orang yang paling kaya. Nah, karena yang dipilih adalah orang yang paling kaya, maka biasanya peninggalannya banyak, soalnya namanya jaman dulu, itu rumah kan gede-gede dan dibangunnya gak sembarangan jadi sampe sekarang pun rumah mereka masih ada. Untuk Kapitan Arab, udah pernah saya liput jejak peninggalannya di sini. Untuk komunitas Tionghoa sendiri, jejak peninggalan mereka berada di Kampung Kapitan ini.

Sejujurnya, saya belom pernah secara khusus datang ke Kampung Kapitan untuk menikmati peninggalan sejarah Tionghoa jaman dahulu kala di kota ini……..

Satu-satunya alasan saya (dan keluarga) datang ke sini adalah untuk……….makan! :mrgreen:

Continue Reading…

I think I should pray for….

Kemarin di mobil, sepulangnya Raja dari sekolah…….

M : “Are you happy today honey? Did you have fun at school today?”

R : “Yes, I’m very happy and I had loootts of fun!”

M : “So what did you do at school today?”

R : “I did a lot. I play (di bagian ini dia cerita panjaangg…bla..bla..bla…soal gimana tadi dia maen sama temen-temennya :D ), go to pee (penting ya nak ini diceritain??? :D), take my meal and I eat all the veggie ma! And oh ya, I learn about color pattern today.”

M : “Oh really? So everything was fine for you?”

R : “Yes, everything is fine, I did everything very well… But..i feel sad for **********”

M : “Why?”

R : “Because she doesn’t understand about pattern yet and she didn’t listen to Miss..”

M : “Really? I feel sad for her too.”

R: “Yes, so that’s why I think I should pray for her so she can be nice at school and she can learn well.”

M :   :)

========================================

Continue Reading…

September 2014: Meski Pahit, Harus Dijalani………………

Udah mulai masuk bulan ‘ber-ber-an’ aja ya, gak kerasa banget. Perasaan kok awal tahun baru aja lewat, eh ini udah mo akhir tahun lagi. Bentar lagi bakal banyak yang ulang tahun di keluarga kami dan yang paling ditunggu-tunggu adalah pecah telor ulang tahun pertamanya Ralph…dan…dan…bentar lagi udah mo Natal dong! Asiiikkkk!!! :D :D

Akhir-akhir bulan Agustus masuk ke September, rasanya banyak hal yang bikin campur aduk perasaan.

Bahagia itu sudah pasti.

Liat anak-anak sehat dan pintar, suami-istri yang masih selalu saling sayang, orang tua yang masih dikasih Tuhan kesehatan, masih punya pekerjaan, kondisi bangsa dan negara aman sehingga kita pun nyaman, masih ada orang yang bisa diandelin untuk bantu-bantu di rumah, dan semua hal di sekitar banyak sekali yang patut disyukuri dan kemudian bikin bahagia.

Tapi menyambut bulan ini kami juga ada rasa ketar-ketir.

Continue Reading…

Takjub…………..

Kemarin malam, ceritanya suami tiba-tiba harus berangkat dinas ke Medan. Jadilah dia ngambil tiket paling malam ke Jakarta dan tiket paling pagi ke Medan, karena acaranya adalah pagi ini. Sehabis berdoa, kami duduk-duduk di ruang keluarga sambil nunggu taksi. Raja, yang sorenya baru aja dari Kumon, ngebuka tas Kumon-nya trus ngeluarin isinya. Seperti biasa, dia suka liat-liat lagi materi yang dia kerjain di tempat les dan materi buat PR yang bakal dia kerjain di rumah. Sehabis liat-liat materinya, dia baca-baca komentar gurunya tentang tugas yang dia kerjain di tempat les, habis itu dia masih berulang kali ngomong, “Ah…Raja udah gak sabar mo segera belajar tentang persamaan!”, dan masih berulang kali pula dia nanya, “Persamaan itu yang gimana sih ma?”. Pertanyaan itu cuma saya jawab dengan, “Yah, nanti lah abang liat gimana, kan bentar lagi juga abang naik ke persamaan. Sabar aja….”

Setelah bahas-bahas soal persamaan, tiba-tiba dia teringat sesuatu, trus ngomong, “O iya, I have something for mama and papa. Miss gave it to me.”

Habis bilang gitu, dia ngeluarin sebuah sertifikat dari dalam tasnya.

Waktu dia ngeluarin itu, kami langsung tau kalo itu sertifikat Kumon yang secara reguler diberikan per Semester.

Sertifikatnya dikasihkan ke saya, awalnya saya cuma baca sekilas, tapi begitu nyampe di bagian Rank, saya yang lagi duduk males-malesan langsung bangkit sambil berseru, “Papa! Raja ranking 6 dari 4000 siswa!!!”

Suami yang juga lagi duduk, langsung bangkit ke arah saya trus ngambil itu sertifikat dari tangan saya, “Hahhh??? Masak????”

Setelah dia baca sendiri, kami berdua langsung heboh ber uwooww…uwooowwww….puji Tuhan…puji Tuhan! Trus meluk-meluk Raja dan cium-cium dia yang cuma bisa bengong.

Habis kami heboh-heboh, baru dia nanya, “Why are you so happy??”

Kekekekekek…

Ini anaknya yang berprestasi, tapi mak bapaknya yang lebih heboh…hihihihi…

Habis itu barulah kami jelasin apa artinya ranking 6 dari 4000-an siswa Kumon itu. Setelah ngerti, baru Raja ikutan hepi, walopun tetep aja gak seheboh papa-mamanya….yang dibahas dia mah masih aja, “Abang mau segera belajar persamaan……” Hihihihi…

Puji Tuhan banget rasanya, semua karena kasih Tuhan yang bikin si abang bisa ngikutin semua materi dan bisa semangat ngerjain lembar demi lembar PR setiap harinya. Banggaaaa…bener-bener bangga buat pencapaian si abang ini. Semoga dengan adanya prestasi ini bikin dia terus semangat belajar, ngembangin keingintahuannya soal matematika, dan membantu otaknya untuk tambah encer.

Tuhan Yesus berkati abang terus ya sayang…gak henti-hentinya papa dan mama bersyukur sekali karena punya abang dan adek di hidup kami. Kami selalu bangga dengan kalian berdua!

Sertifikat yang bikin heboh dan takjub semalam itu :D

Sertifikat yang bikin heboh dan takjub semalam itu :D

Cerita Cuti Sebulan

Memang ya, yang judulnya cuti atau liburan itu, biar kata harinya banyak tetep aja rasanya tuh singkaattt banget. Jadi inget di hari terakhir saya kerja sebelum cuti sebulan kemarin itu, ngebayangin hari-hari selama 30 hari bareng anak-anak di rumah, rasanya bakal lumayan lama dan bisa puas-puasin diri bareng mereka. Eh lah kok begitu dijalanin, hari-hari cuma berlalu seperti angin aja. Baru kemarin mulai cuti, eh sekarang cutinya udah berakhir :D. Yah begitulah, tapi meski terasa cepat sekali, saya tetap merasa sangat bersyukur karena bisa diijinkan ngambil cuti besar selama sebulan. Mudah-mudahan Desember nanti bisa lolos lagi minta cuti besar sebulan…hihihihi…

Selama sebulan ngabisin waktu bareng keluarga dan selama kurang lebih dua minggu hidup tanpa ART dan BS, tentu banyak ceritanya, nah sebagian dari cerita itu mo saya rangkum di sini. Gak semua bisa diceritakan, tapi seenggaknya beberapa moment bisa terekam di sini.

Pemandangan paling indah tiap pagi, adalah mereka berdua!

Pemandangan paling indah tiap pagi adalah…. mereka berdua!

Continue Reading…